KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari, melalui Unit Pengabdian Masyarakat (UPM), menyelenggarakan acara Festival Olahraga dan Seni Budaya yang meriah pada Senin, 31 Maret 2026, di lapangan olahraga kampus. Kegiatan yang menghadirkan mahasiswa, dosen, dan masyarakat umum dari berbagai kalangan ini mencerminkan komitmen institusi pendidikan dalam memberdayakan komunitas lokal sambil mengembangkan bakat seni dan olahraga mahasiswa.
Acara yang dimulai sejak pukul 06.30 pagi ini menampilkan serangkaian pertandingan olahraga tradisional dan modern, pertunjukan tari daerah, musik, serta pameran kerajinan tangan lokal Kendari. Antusiasme peserta dan penonton tampak luar biasa tinggi, dengan lebih dari 2.000 orang menghadiri setiap sesi acara hingga malam hari.
Latar Belakang Kegiatan
Unit Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Kendari telah melaksanakan berbagai program pengembangan masyarakat sejak berdiri pada tahun 2010. Namun, menurut informasi yang dihimpun, inisiatif untuk mengorganisir festival terintegrasi yang menggabungkan unsur olahraga dan seni budaya merupakan inovasi terbaru yang dirancang untuk menciptakan sinergi antara tiga aspek penting: pengembangan mahasiswa, pelestarian budaya lokal, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Kami percaya bahwa olahraga dan seni budaya bukan hanya sekadar kegiatan rekreatif, tetapi instrumen penting untuk mengintegrasikan masyarakat dan mengembangkan potensi sumber daya manusia,” ujar Drs. Ahmad Riyanto, M.Si., Kepala Unit Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Kendari, dalam sambutannya di pembukaan acara.
Menurut Riyanto, festival ini adalah respons nyata terhadap observasi lapangan UPM selama dua tahun terakhir, yang menunjukkan potensi besar dalam pengembangan talenta olahraga dan kesenian di kalangan mahasiswa, serta kebutuhan akan platform yang dapat menampilkan kekayaan budaya lokal Sulawesi Tenggara.
Rangkaian Kegiatan yang Diselenggarakan
Festival Olahraga dan Seni Budaya 2026 dibagi ke dalam berbagai segmen yang dirancang untuk melibatkan partisipan dari berbagai latar belakang dan kelompok usia. Kegiatan olahraga mencakup pertandingan bola voli, bola basket, badminton, tenis meja, dan cabang olahraga tradisional seperti sepak takraw serta pencak silat.
Di sektor seni dan budaya, panitia menyiapkan panggung utama yang menampilkan tarian tradisional Kendari, pertunjukan musik daerah, serta seni pertunjukan modern yang mencakup dance cover dan performance art. Selain itu, zona pameran dipenuhi oleh pengrajin lokal yang memamerkan produk kerajinan tangan khas Kendari, mulai dari batik lokal, anyaman rotan, hingga produk olahan makanan tradisional.
“Kami merancang festival ini sebagai wadah komprehensif yang tidak hanya menghibur, tetapi juga edukatif,” jelaskan Siti Nurhaliza, S.Pd., M.Pd., Koordinator Divisi Olahraga UPM, saat ditemui wartawan di lokasi acara. “Setiap cabang olahraga yang kami selenggarakan melibatkan klinik dan workshop untuk peserta, memastikan bahwa kegiatan ini memberikan nilai tambah pada pengembangan keterampilan olahraga.”
Nurhaliza menambahkan bahwa partisipasi mahasiswa dari berbagai program studi di Universitas Muhammadiyah Kendari sangat signifikan. Mereka tidak hanya bertindak sebagai peserta, tetapi juga sebagai panitia, pelatih, dan fasilitator untuk komunitas lokal yang ikut serta.
Kontribusi Mahasiswa dan Dosen
Dari aspek pembelajaran, festival ini menjadi proyek praktik langsung bagi mahasiswa dari Program Studi Ilmu Keolahragaan, Seni Rupa, Musik, Pendidikan Jasmani, dan Manajemen. Mereka terlibat dalam berbagai aspek mulai dari perencanaan, perizinan, logistik, dokumentasi, hingga evaluasi kegiatan.
“Mahasiswa kami mendapatkan pengalaman berharga dalam mengelola acara skala besar yang melibatkan koordinasi dengan berbagai stakeholder,” ujar Dr. Bambang Sutrisno, Dekan Fakultas Olahraga dan Seni Universitas Muhammadiyah Kendari. “Ini adalah pembelajaran praktis tentang manajemen proyek, kepemimpinan, dan tanggung jawab sosial yang tidak dapat diperoleh sepenuhnya di dalam kelas.”
Keterlibatan dosen juga sangat penting. Lebih dari 30 dosen dari berbagai program studi aktif terlibat dalam merancang kurikulum kegiatan, membimbing mahasiswa, dan memastikan standar kualitas pelaksanaan festival tetap terjaga. Beberapa dosen bahkan menjadi juri dalam berbagai kategori kompetisi olahraga dan seni.
Dampak bagi Pemberdayaan Masyarakat
Selain manfaat internal bagi institusi pendidikan, festival ini membawa dampak signifikan bagi masyarakat Kendari. Kehadiran lebih dari 2.000 pengunjung menciptakan momentum ekonomi lokal, dengan banyak pedagang makanan dan kerajinan lokal yang memanfaatkan kesempatan untuk menjual produk mereka.
Ibu Nurwahyuni, seorang pengrajin batik tradisional dari Kelurahan Wua-wua, Kendari, mengungkapkan apresiasi mendalam terhadap inisiatif UPM. “Acara seperti ini memberikan kesempatan emas bagi kami untuk menunjukkan karya dan menjual produk kepada pasar yang lebih luas,” ujarnya sambil menampilkan koleksi batik wastra dengan motif khas Kendari.
Selain aspek ekonomi, festival ini juga menjadi medium untuk pelestarian budaya lokal yang semakin tergerus oleh modernisasi. Pertunjukan tari tradisional Kendari seperti Tari Sambe dan Tari Menari Cambai Layar, yang ditampilkan oleh kelompok seni dari komunitas setempat dan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari, mendapat sambutan antusias dari penonton.
“Kami sangat terkesan dengan upaya universitas untuk menjaga kelestarian warisan budaya kita,” kata Haji Salim, tokoh seni budaya lokal Kendari, yang hadir sebagai pembicara dalam diskusi panel tentang “Peran Seni Budaya dalam Identitas Lokal Sulawesi Tenggara.”
Refleksi dan Rencana Ke Depan
Melihat kesuksesan festival yang diselenggarakan kali ini, Unit Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Kendari telah merancang roadmap untuk mengembangkan acara serupa ke tingkat yang lebih besar. Kepala UPM Ahmad Riyanto menyatakan bahwa mereka sedang menyiapkan proposal untuk menjadikan festival ini sebagai acara tahunan yang lebih komprehensif.
“Pada tahun depan, kami berencana untuk memperluas jangkauan dengan mengundang peserta dari universitas dan komunitas di luar Kendari, bahkan dari pulau-pulau sekitarnya,” ungkap Riyanto dengan antusiasme. “Festival ini juga akan kami integrasikan lebih erat dengan program pengembangan keterampilan dan kewirausahaan masyarakat.”
Selain itu, UPM juga akan mengembangkan aspek dokumentasi dan publikasi hasil festival melalui jurnal dan media sosial, sehingga dampaknya dapat menjangkau audiens yang lebih luas.
Kesimpulan
Festival Olahraga dan Seni Budaya yang diselenggarakan oleh Unit Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Kendari pada 31 Maret 2026 telah membuktikan efektivitasnya sebagai wadah pembangunan holistik yang menghubungkan pendidikan, pengembangan mahasiswa, dan pemberdayaan masyarakat. Dengan melibatkan lebih dari 2.000 peserta dan penonton, serta menonjolkan kekayaan budaya lokal Kendari, acara ini menunjukkan komitmen nyata universitas dalam menjadi agent of change bagi komunitas sekitarnya.
Kesuksesan festival ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara institusi pendidikan dan masyarakat lokal dapat menciptakan nilai tambah yang signifikan, baik dari aspek ekonomi, sosial, budaya, maupun pendidikan. Ke depan, inisiatif sejenis perlu terus dikembangkan dan diperkuat untuk menciptakan ekosistem pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan dan inklusif.
—
Artikel ini ditulis berdasarkan observasi lapangan dan wawancara dengan berbagai narasumber pada 31 Maret 2026 di lokasi Universitas Muhammadiyah Kendari.