KENDARI — Universitas Muhammadiyah Kendari terus membuktikan komitmennya dalam menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat melalui kegiatan penelitian inovatif. Unit Pengabdian Masyarakat (UPM) kampus yang berlokasi di Jalan Sultan Qaimuddin, Kendari, berhasil memfasilitasi penelitian terobosan yang menggabungkan keahlian dosen dengan kreativitas mahasiswa dalam menciptakan produk protein alternatif berbahan baku limbah perikanan.
Penelitian yang dimulai sejak Januari 2025 ini melibatkan sepuluh dosen dari berbagai disiplin ilmu, termasuk Fakultas Teknik, Fakultas Pertanian, dan Fakultas Kesehatan, serta lebih dari empat puluh mahasiswa dari berbagai jenjang pendidikan. Kolaborasi lintas fakutas ini menghasilkan prototype produk bernama “AquaPro” — suplemen protein berbentuk pasta yang terbuat dari limbah kepala, tulang, dan kulit ikan yang umumnya dibuang oleh nelayan dan pengolah ikan di Kendari.
Kepala Unit Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Kendari, Dr. Ir. Bambang Sutrisno, M.T., mengatakan bahwa penelitian ini lahir dari identifikasi permasalahan konkret di lapangan. “Kami melakukan survei awal ke berbagai tempat pendaratan ikan di Kendari dan menemukan bahwa setiap harinya terdapat puluhan ton limbah perikanan yang tidak tertangani dengan baik. Limbah ini sebenarnya masih memiliki nilai ekonomi yang tinggi karena mengandung kolagen, mineral, dan protein,” ujar Dr. Bambang saat ditemui di kantor UPM, Rabu (03/04/2026).
Permasalahan Nyata yang Menginspirasi Penelitian
Kendari sebagai kota pelabuhan utama Sulawesi Tenggara memiliki potensi perikanan yang sangat besar. Namun, kegiatan perikanan tangkap dan budidaya yang intensif menciptakan limbah organik dalam jumlah signifikan. Data dari Dinas Perikanan Kota Kendari menunjukkan bahwa volume limbah perikanan mencapai 200 hingga 250 ton per bulan, dengan tingkat pemanfaatan yang masih sangat rendah, hanya sekitar 15 persen.
Keterlibatan dosen dan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari dalam penelitian ini merupakan respon langsung terhadap tantangan lingkungan dan ekonomi tersebut. Tim peneliti melihat peluang untuk mengubah limbah menjadi sumber daya bernilai tambah yang dapat meningkatkan pendapatan nelayan dan masyarakat pengolah ikan, sekaligus mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.
Dr. Hendra Wijaya, S.T., M.Sc., Dosen Teknik Pangan Universitas Muhammadiyah Kendari dan Ketua Tim Peneliti, menjelaskan proses pengembangan produk AquaPro secara detail. “Kami mengembangkan teknologi fermentasi anaerob untuk memproses limbah perikanan. Limbah tersebut dicuci, dipotong, kemudian difermentasi menggunakan bakteri probiotik pilihan selama 14 hingga 21 hari. Hasilnya adalah pasta protein yang dapat dikonsumsi langsung atau diformulasikan menjadi suplemen dalam bentuk tablet atau serbuk,” jelas Dr. Hendra dengan antusias.
Proses penelitian yang ketat melibatkan pengujian laboratorium bertahap. Mahasiswa Fakultas Kesehatan melakukan analisis kandungan nutrisi, uji keamanan pangan, dan uji toksikologi. Sementara mahasiswa Fakultas Pertanian melakukan uji stabilitas produk dan daya simpan. Hasil pengujian awal menunjukkan bahwa AquaPro mengandung protein sebesar 28 persen, asam amino esensial lengkap, mineral (kalsium 850 mg/100g dan fosfor 420 mg/100g), dan kolagen yang baik untuk kesehatan kulit dan sendi.
Keterlibatan Mahasiswa dan Pembelajaran Praktis
Salah satu keunggulan dari penelitian ini adalah intensitas keterlibatan mahasiswa. Lebih dari empat puluh mahasiswa dari berbagai tingkatan — mulai dari mahasiswa semester tiga hingga mahasiswa tingkat akhir — dilibatkan dalam setiap tahap penelitian. Mereka bukan hanya menjadi asisten pasif, melainkan peneliti aktif yang merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi setiap tahap riset.
Fadilah Nur Aziza, mahasiswa semester enam Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Kendari yang menjadi asisten utama pada penelitian ini, berbagi pengalamannya. “Awalnya saya pikir penelitian adalah hal yang sangat formal dan jauh dari masyarakat. Tapi melalui UPM, saya belajar bahwa penelitian yang baik adalah yang berangkat dari masalah nyata masyarakat dan hasilnya kembali untuk masyarakat. Saya terlibat dalam merancang alat fermentasi, mengoptimalkan pH dan suhu, hingga pengujian sensori produk. Pengalaman ini jauh lebih berharga daripada sekadar membaca di buku,” ungkap Fadilah dengan percaya diri.
Keterlibatan mahasiswa ini sejalan dengan visi Universitas Muhammadiyah Kendari untuk menciptakan lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki kompetensi praktis dan kepedulian sosial. Unit Pengabdian Masyarakat memfasilitasi transfer pengetahuan dari dosen kepada mahasiswa melalui setting penelitian yang autentik dan berimplikasi langsung pada kehidupan masyarakat.
Kolaborasi dengan Mitra Masyarakat
Penelitian ini tidak hanya berlangsung di laboratorium kampus, melainkan juga melibatkan kemitraan dengan kelompok nelayan dan pengrajin ikan lokal. Unit Pengabdian Masyarakat telah menjalin kerjasama dengan tiga kelompok usaha di Kendari: Kelompok Nelayan Pelangi Laut di Desa Soropia, Kelompok Pengrajin Ikan “Maju Bersama” di Kelurahan Rahandapeara, dan Koperasi Perikanan Sinar Sejahtera di Kelurahan Kendari Barat.
Dalam kemitraan ini, mitra masyarakat tidak hanya menyediakan bahan baku limbah perikanan, tetapi juga terlibat dalam diskusi pengembangan produk, uji coba skala semi-industri, dan perencanaan strategi pemasaran. Pendekatan partisipatif ini memastikan bahwa penelitian tidak terputus dari konteks sosial dan ekonomi sebenarnya.
Bapak Surya Gunata, Ketua Kelompok Nelayan Pelangi Laut, mengapresiasi keterlibatan Universitas Muhammadiyah Kendari. “Selama ini kami hanya membuang limbah karena tidak tahu cara memanfaatkannya. Dengan bantuan para dosen dan mahasiswa dari kampus, sekarang kami tahu limbah ini bisa menjadi sumber penghasilan tambahan. Kami sudah mulai mengumpulkan limbah dengan lebih sistematis. Semoga ke depan kami bisa memproduksi sendiri dan menjualnya,” harapnya yang penuh optimisme.
Hasil Penelitian dan Potensi Komersial
Setelah lebih dari empat belas bulan penelitian intensif, tim telah menghasilkan prototype produk yang siap untuk dikembangkan lebih lanjut ke tahap komersial. Uji klinis terbatas terhadap dua puluh relawan menunjukkan bahwa konsumsi AquaPro sebanyak 10 gram per hari selama delapan minggu meningkatkan kadar protein plasma dan albumin serum, serta meningkatkan kepadatan tulang pada kelompok usia lanjut.
Penelitian juga menghasilkan dua publikasi ilmiah yang telah diterima untuk dipresentasikan di konferensi internasional tahun 2026, serta satu hak kekayaan intelektual berupa paten untuk proses pembuatan AquaPro yang telah didaftarkan ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.
Dari sisi ekonomi, kalkulasi awal menunjukkan bahwa usaha pengolahan limbah perikanan menjadi AquaPro memiliki margin keuntungan yang menarik. Dengan biaya bahan baku yang sangat rendah (limbah yang sebelumnya terbuang percuma), biaya operasional untuk skala UMKM diperkirakan sekitar Rp 150.000 hingga Rp 200.000 per kilogram, sementara harga jual di pasaran untuk suplemen protein sejenis berkisar antara Rp 500.000 hingga Rp 750.000 per kilogram.
Dukungan Institusional dan Rencana Pengembangan
Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. H. Muh. Sukri Sappewali, S.H., M.H., memberikan dukungan penuh terhadap penelitian inovatif ini. “Penelitian seperti ini menunjukkan bahwa Universitas Muhammadiyah Kendari bukan hanya institusi pendidikan, tetapi juga menjadi lokomotif perubahan sosial dan ekonomi di daerah. Kami akan terus mengalokasikan dana dan sumber daya untuk mendukung penelitian yang berdampak langsung pada masyarakat,” katanya dalam pernyataan tertulis yang diterima redaksi.
Rencana pengembangan penelitian ke depan mencakup uji coba skala semi-industri di workshop milik mitra masyarakat, pengembangan varian produk (AquaPro dalam bentuk tablet, serbuk, dan bars), serta pelatihan intensif kepada mitra untuk meningkatkan kapabilitas produksi mereka. Unit Pengabdian Masyarakat juga sedang mengurus perizinan halal dan sertifikasi BPOM untuk produk AquaPro agar dapat dipasarkan secara resmi.
Dalam jangka panjang, tim peneliti menargetkan untuk membentuk satu unit usaha bersama dengan mitra masyarakat yang akan mengelola produksi AquaPro secara berkelanjutan. Tim juga berencana untuk menulis panduan lengkap tentang teknologi pengolahan limbah perikanan yang dapat didiseminasikan ke komunitas nelayan di wilayah lain di Sulawesi Tenggara.
Dampak Lingkungan dan Sosial
Selain aspek nutrisi dan ekonomi, penelitian ini juga memiliki dampak positif terhadap lingkungan. Dengan memanfaatkan limbah perikanan sebagai bahan baku, volume sampah organik dari industri perikanan dapat dikurangi secara signifikan. Fermentasi anaerob yang digunakan dalam proses produksi AquaPro juga menghasilkan biogas yang dapat digunakan sebagai sumber energi alternatif, sehingga mengurangi ketergantungan pada energi fosil.
Pada aspek sosial, penelitian ini membuka peluang ekonomi bagi komunitas nelayan dan pengrajin ikan yang sebelumnya hanya bergantung pada pendapatan musiman dari hasil tangkapan. Dengan nilai tambah yang tercipta dari limbah, diharapkan pendapatan keluarga nelayan dapat meningkat dan lebih stabil sepanjang tahun.
Dampak pendidikan juga sangat signifikan. Mahasiswa yang terlibat tidak hanya mendapatkan pengetahuan teknis, tetapi juga pengalaman berharga tentang penelitian yang berorientasi pada solusi sosial. Kompetensi yang mereka peroleh akan menjadi bekal berharga ketika terjun ke masyarakat sebagai sarjana dan profesional muda.
Penutup
Penelitian inovatif yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari melalui Unit Pengabdian Masyarakat menunjukkan bahwa perguruan tinggi dapat menjadi katalis perubahan positif bagi masyarakat. AquaPro bukan hanya sekadar produk inovatif, tetapi representasi dari komitmen akademisi untuk mendengarkan kebutuhan masyarakat dan mengubahnya menjadi solusi praktis dan berkelanjutan.
Dengan keberhasilan ini, Universitas Muhammadiyah Kendari telah membuktikan bahwa tridarma perguruan tinggi — pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat — dapat diintegrasikan secara harmonis. Diharapkan penelitian ini menjadi inspirasi bagi institusi pendidikan lain dan menjadi titik awal dari transformasi industri perikanan lokal menuju ekonomi sirkular yang berkelanjutan.
Perjalanan AquaPro dari laboratorium menuju pasar masih panjang, tetapi momentum positif telah tercipta. Dengan dukungan berkelanjutan dari Universitas Muhammadiyah Kendari, komitmen mitra masyarakat, dan antusiasme mahasiswa, produk inovatif ini siap mengubah wajah ekonomi lokal Kendari dan sekitarnya.