KENDARI — Universitas Muhammadiyah Kendari kembali membuktikan komitmennya dalam menghasilkan mahasiswa berprestasi. Pada kesempatan kali ini, seorang mahasiswa program studi Teknik Informatika berhasil meraih medali emas dalam Kompetisi Inovasi Sosial Nasional (KISN) 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) di Jakarta pada periode 10–16 April lalu.
Prestasi gemilang ini diraih oleh Reza Pratama Wijaya, mahasiswa semester VIII asal Kendari, atas karya inovasinya yang bernama “AquaMitra: Sistem Monitoring Kualitas Air Berbasis IoT untuk Pemberdayaan Nelayan Tradisional.” Proyek yang dikembangkan selama delapan bulan ini secara khusus dirancang untuk mengatasi permasalahan pencemaran air laut dan kesulitan nelayan tradisional Sulawesi Tenggara dalam memantau kondisi lingkungan perairan tempat mereka bekerja sehari-hari.
Pencapaian luar biasa ini menjadi bukti nyata dari dedikasi Unit Pengabdian Masyarakat (UPM) Universitas Muhammadiyah Kendari dalam membimbing mahasiswa agar tidak hanya menguasai teori akademis, namun juga dapat mengaplikasikan ilmu pengetahuan untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat luas. Prestasi Reza Pratama Wijaya telah membawa nama Universitas Muhammadiyah Kendari ke panggung nasional dan membuktikan bahwa institusi pendidikan di kawasan timur Indonesia mampu bersaing dengan universitas-universitas terkemuka lainnya.
Latar Belakang dan Perjalanan Karya
Reza Pratama Wijaya menjelaskan bahwa inspirasi utama pembuatan proyek AquaMitra berasal dari pengalamannya yang langsung menyaksikan kesulitan masyarakat nelayan di pesisir Kendari. “Saya sering berkunjung ke pelabuhan Kendari dan melihat bagaimana para nelayan tradisional bekerja tanpa informasi yang akurat tentang kondisi air laut tempat mereka menangkap ikan. Banyak dari mereka yang tidak mengetahui apakah air di sekitar mereka sudah tercemar atau tidak,” ungkap Reza dalam sebuah wawancara eksklusif di ruang Unit Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Kendari, Rabu (17/4/2026).
Pemuda berusia 21 tahun ini menambahkan bahwa proyek AquaMitra dikembangkan dengan melibatkan kolaborasi langsung dengan kelompok nelayan di Kelurahan Baruga, Kecamatan Kendari. Selama enam bulan, Reza secara aktif melakukan survei lapangan, wawancara mendalam dengan para nelayan, dan melakukan analisis terhadap sampel air laut untuk memahami parameter-parameter penting yang perlu dipantau. “Kami menemukan bahwa nelayan memerlukan alat yang murah, mudah digunakan, dan dapat diandalkan untuk memantau lima parameter utama: pH, salinitas, suhu, kekeruhan, dan kadar oksigen terlarut,” jelasnya.
Sistem AquaMitra yang dihasilkan terdiri dari tiga komponen utama: sensor IoT berbasis Arduino yang dicelupkan ke dalam air laut, aplikasi mobile yang user-friendly, dan dashboard web untuk analisis data real-time. Keunggulan utama dari inovasi ini adalah harganya yang terjangkau—hanya berkisar Rp 1,2 juta per unit—sehingga dapat diakses oleh kelompok nelayan tradisional dengan keterbatasan modal. Selain itu, sistem ini dilengkapi dengan fitur prediksi cuaca dan rekomendasi waktu penangkapan ikan yang optimal berdasarkan kondisi lingkungan perairan.
Proses Pengembangan dan Dukungan Kampus
Perjalanan Reza dalam mengembangkan proyek ini tidak terlepas dari bimbingan intensif yang diberikan oleh Dosen Pembimbing Lapangan, Dr. Suryanto, M.Sc., yang merupakan dosen senior di Program Studi Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Kendari. “Sejak awal, saya memberikan arahan kepada Reza agar tidak hanya fokus pada aspek teknologinya saja, namun juga mempertimbangkan keberlanjutan sosial dan ekonomi dari inovasi tersebut. Kami memastikan bahwa teknologi yang dikembangkan benar-benar dapat diterima dan digunakan oleh masyarakat lokal,” jelas Dr. Suryanto dalam wawancara terpisah.
Lebih lanjut, Dr. Suryanto menerangkan bahwa dukungan dari Unit Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Kendari sangat krusial dalam membuat proyek ini menjadi kenyataan. “UPM memfasilitasi koneksi Reza dengan kelompok nelayan, menyediakan ruang lab untuk eksperimen, dan bahkan membantu dalam pengujian lapangan. Ini adalah ekosistem yang tepat untuk mengembangkan inovasi berbasis kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Melibatkan mahasiswa dalam proyek pengabdian masyarakat yang riil adalah bagian dari visi Universitas Muhammadiyah Kendari untuk menciptakan lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademis, tetapi juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi. Program ini sejalan dengan nilai-nilai dasar Muhammadiyah sebagai organisasi yang berkomitmen untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.
Pengakuan Nasional dan Dampak Kompetisi
Dalam Kompetisi Inovasi Sosial Nasional 2026 yang melibatkan lebih dari 500 peserta dari berbagai universitas di seluruh Indonesia, proyek AquaMitra berhasil menonjol di antara kompetitor lainnya. Juri kompetisi sangat menghargai pendekatan holistik yang diambil oleh Reza, di mana inovasi teknologi dipadukan dengan pemahaman mendalam terhadap kebutuhan masyarakat lokal dan keberlanjutan lingkungan.
Penghargaan medali emas yang diterima Reza mencakup sertifikat resmi dari Kemendikbudristek, hadiah uang tunai sebesar Rp 50 juta, dan kesempatan untuk mempresentasikan proyek AquaMitra di Forum Inovasi Pendidikan Nasional yang akan diselenggarakan pada bulan September 2026. Selain itu, proyek ini juga akan didokumentasikan dalam repository inovasi nasional yang dapat diakses oleh universitas-universitas lain untuk pembelajaran dan pengembangan lebih lanjut.
Kepala Unit Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Kendari, Drs. H. Muhammad Amin, M.M., mengungkapkan kebanggaannya atas pencapaian ini. “Prestasi Reza Pratama Wijaya bukan sekadar medali emas bagi dirinya pribadi, tetapi merupakan refleksi dari komitmen serius UPM dalam memfasilitasi mahasiswa untuk melakukan riset dan inovasi yang berdampak sosial. Kami percaya bahwa mahasiswa terbaik adalah mereka yang dapat mengubah masalah menjadi solusi,” ujar Drs. H. Muhammad Amin dalam konferensi pers yang diselenggarakan di kampus pada Kamis (17/4/2026).
Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa prestasi Reza akan menjadi inspirasi bagi mahasiswa-mahasiswa lain di Universitas Muhammadiyah Kendari untuk mengikuti jejaknya. “Kami telah menyiapkan dukungan penuh, termasuk pembiayaan dan mentoring, bagi mahasiswa-mahasiswa lain yang memiliki ide inovatif serupa. Tahun ini, kami menargetkan minimal lima mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari untuk berkompetisi di tingkat nasional,” tambah Drs. H. Muhammad Amin.
Dampak Sosial dan Rencana Implementasi
Selain mendapatkan pengakuan nasional, proyek AquaMitra juga telah menunjukkan dampak nyata kepada komunitas nelayan yang terlibat dalam pengembangan awal. Kelompok nelayan di Kelurahan Baruga telah mulai menggunakan sistem AquaMitra dalam aktivitas penangkapan ikan mereka selama tiga bulan terakhir. Hasilnya, mereka melaporkan peningkatan efisiensi operasional sebesar 25 persen dan penurunan risiko penangkapan ikan di perairan yang tercemar.
Pak Suharto, ketua kelompok nelayan pengguna awal sistem AquaMitra, mengatakan, “Dengan alat ini, kami sekarang tahu kapan waktu terbaik untuk melaut dan di mana lokasi yang aman untuk menangkap ikan. Pendapatan kami jadi lebih stabil karena tidak lagi sering pulang dengan hasil tangkapan yang sedikit atau bahkan ikan yang sudah mati karena air tercemar.”
Rencana ke depan, Reza dan timnya berencana untuk memproduksi 100 unit AquaMitra dalam enam bulan ke depan dengan dukungan dana dari hibah inovasi yang dijanjikan oleh Kemendikbudristek. Unit-unit ini akan didistribusikan ke kelompok nelayan di berbagai pelabuhan di Sulawesi Tenggara, termasuk Manado, Bitung, dan Ambon. Universitas Muhammadiyah Kendari juga sedang merancang program pelatihan khusus untuk memastikan bahwa para nelayan dapat mengoperasikan dan merawat sistem AquaMitra dengan baik.
Penutup dan Kesimpulan
Prestasi Reza Pratama Wijaya dalam meraih medali emas Kompetisi Inovasi Sosial Nasional 2026 dengan proyek AquaMitra adalah testimoni nyata dari kualitas pendidikan dan komitmen Universitas Muhammadiyah Kendari dalam mengembangkan mahasiswa yang tidak hanya pintar secara akademis, tetapi juga memiliki hati yang peduli terhadap masalah sosial dan lingkungan. Melalui dukungan dari Unit Pengabdian Masyarakat, dosen pembimbing yang berdedikasi, dan fasilitas kampus yang memadai, mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Kendari dapat berkontribusi dalam menciptakan solusi inovatif untuk tantangan yang dihadapi oleh masyarakat lokal.
Keberhasilan ini diharapkan dapat menginspirasi generasi mahasiswa berikutnya untuk terus berinovasi dan tidak takut untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan mereka dalam konteks kehidupan nyata. Dengan semangat yang sama, Universitas Muhammadiyah Kendari berkomitmen untuk terus menghasilkan mahasiswa berprestasi tingkat nasional yang siap berkontribusi dalam pembangunan berkelanjutan Indonesia, khususnya di kawasan Sulawesi Tenggara.
Seiring dengan meningkatnya reputasi Universitas Muhammadiyah Kendari di tingkat nasional, institusi ini terus mengupayakan peningkatan kualitas pendidikan, memperluas jejaring kemitraan dengan industri dan masyarakat, serta membuka akses yang lebih luas bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi inovasi mereka. Dengan prestasi seperti yang diraih Reza Pratama Wijaya, Universitas Muhammadiyah Kendari semakin membuktikan bahwa lokasi geografis bukan menjadi hambatan untuk menghasilkan inovasi berkelas dunia yang dapat mengubah kehidupan masyarakat ke arah yang lebih baik.
—
Catatan Editor: Artikel ini ditulis berdasarkan wawancara eksklusif dengan pemenang, pembimbing, kepala Unit Pengabdian Masyarakat, dan perwakilan dari kelompok nelayan penerima manfaat proyek AquaMitra. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Unit Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Kendari di (0401) 3195-xxx atau email: [email protected].