KENDARI — Universitas Muhammadiyah Kendari (Unismuh Kendari) menorehkan prestasi gemilang dalam ajang kompetisi internasional. Sebanyak lima mahasiswa dari berbagai program studi berhasil meraih medali emas dalam Kompetisi Inovasi Sosial Asia Tenggara 2026 yang diselenggarakan di Bangkok, Thailand, pada 8-10 April 2026. Pencapaian ini menunjukkan komitmen nyata institusi terhadap pengembangan potensi mahasiswa dan kontribusi sosial bagi masyarakat.
Tim mahasiswa Unismuh Kendari yang dimaksud terdiri dari Nur Azizah (Program Studi Teknik Informatika), Muh. Rifki Pratama (Program Studi Pendidikan Biologi), Siti Nurhaliza (Program Studi Kesehatan Masyarakat), Ahmad Syaiful Rijal (Program Studi Manajemen), dan Eka Putri Wijayanti (Program Studi Administrasi Publik). Kelima mahasiswa ini berhasil mengalahkan 47 tim dari berbagai universitas di kawasan Asia Tenggara dengan sebuah inovasi sosial berjudul “SmartWater: Platform Manajemen Sumber Daya Air Berkelanjutan untuk Komunitas Pesisir.”
Inovasi tersebut merupakan hasil kolaborasi intensif antara mahasiswa dengan Unit Pengabdian Masyarakat (UPM) Unismuh Kendari selama enam bulan terakhir. Proyek ini dirancang khusus untuk mengatasi krisis kelangkaan air bersih yang mendera masyarakat pesisir di Sulawesi Tenggara, khususnya di sekitar wilayah Kendari dan pulau-pulau terpencil.
Ketua Tim, Nur Azizah, menjelaskan konsep inovasi mereka saat dihubungi di Bangkok. “SmartWater adalah platform berbasis aplikasi mobile yang mengintegrasikan teknologi Internet of Things (IoT) dan artificial intelligence untuk memonitor kualitas dan distribusi air bersih secara real-time. Sistem ini juga dilengkapi fitur edukasi komunitas tentang konservasi air dan pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan,” ujar mahasiswa semester enam ini dengan antusias.
Menurut Nur Azizah, inovasi ini sudah diuji coba di tiga desa pesisir di Kabupaten Konawe Utara. Hasilnya menunjukkan peningkatan efisiensi distribusi air bersih hingga 45 persen dan penurunan pemborosan air sebesar 38 persen. “Data empiris inilah yang membuat tim penilai internasional sangat tertarik dengan proyek kami. Mereka melihat bahwa inovasi kami bukan hanya konsep, tetapi sudah memiliki dampak nyata bagi masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Muh. Rifki Pratama, yang berperan sebagai ketua bagian riset lingkungan dalam tim, menerangkan pentingnya pendekatan multidisiplin dalam mengembangkan solusi sosial. “Kami menggabungkan perspektif dari teknologi, kesehatan lingkungan, manajemen, dan kebijakan publik. Kolaborasi antarprogram studi ini sangat penting karena permasalahan sosial tidak bisa diselesaikan dari satu sudut pandang saja,” jelasnya.
Dukungan Penuh dari Unit Pengabdian Masyarakat
Kesuksesan ini tidak lepas dari peran strategis Unit Pengabdian Masyarakat Unismuh Kendari. Dr. Hamzah Musa, Kepala UPM Unismuh Kendari, menyatakan bangga atas pencapaian mahasiswa tersebut. “Unit Pengabdian Masyarakat kami memiliki visi untuk menjembatani antara akademis universitas dengan kebutuhan nyata masyarakat. Program-program yang kami jalankan dirancang agar mahasiswa tidak hanya belajar di kelas, tetapi langsung terlibat dalam memecahkan masalah sosial yang relevan,” ujar Dr. Hamzah dalam wawancara di kantor UPM, Jalan Sultan Hasanuddin, Kendari, pada 11 April 2026.
Dr. Hamzah menambahkan bahwa prestasi internasional ini merupakan validasi dari efektivitas program pendampingan dan mentoring yang diberikan kepada mahasiswa. “Sejak Januari 2026, tim ini mendapatkan bimbingan intensif dari dosen-dosen senior kami serta praktisi di bidang teknologi sosial. Kami juga memberikan dukungan pendanaan awal untuk memungkinkan mahasiswa melakukan riset lapangan dan prototipe,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Kepala UPM tersebut menjelaskan bahwa inovasi SmartWater sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) yang dicanangkan Perserikatan Bangsa-Bangsa, khususnya tujuan keenam tentang air bersih dan sanitasi. “Universitas Muhammadiyah Kendari berkomitmen untuk berkontribusi pada pencapaian SDGs melalui penelitian dan pengabdian masyarakat yang berdampak. Prestasi mahasiswa kami ini membuktikan bahwa komitmen tersebut bukan hanya slogan, melainkan aksi nyata,” katanya dengan tegas.
Siti Nurhaliza, yang menangani aspek kesehatan masyarakat dalam proyek, menjelaskan urgensi masalah air bersih di kawasan pesisir. “Berdasarkan studi kami, lebih dari 60 persen masyarakat pesisir Sulawesi Tenggara masih kesulitan mengakses air bersih yang aman. Hal ini berdampak pada tingginya angka penyakit berbasis air seperti diare dan penyakit kulit. Dengan platform SmartWater, kami harap dapat menurunkan insiden penyakit ini secara signifikan,” tuturnya.
Kompetisi Bergengsi Internasional
Kompetisi Inovasi Sosial Asia Tenggara 2026 adalah salah satu ajang perlombaan paling bergengsi di kawasan Asia Tenggara. Event ini diikuti oleh lebih dari 200 mahasiswa dari 53 universitas terkemuka di 11 negara Asia Tenggara, Asia Selatan, dan Pasifik. Penilaian dilakukan oleh panel juri internasional yang terdiri dari akademisi, innovator sosial, dan perwakilan dari lembaga pembangunan internasional.
Kriteria penilaian mencakup orisinalitas ide, keberlanjutan, dampak sosial, skalabilitas, dan keterlibatan komunitas. Tim Unismuh Kendari berhasil mendapatkan skor tertinggi dengan total 485 dari 500 poin, mengalahkan tim runner-up dari Universitas Chiang Mai, Thailand, yang meraih 472 poin.
Ahmad Syaiful Rijal, yang mengurus aspek kelayakan bisnis dan manajemen proyek, mengungkapkan kegembiraan timnya atas kemenangan tersebut. “Kami tidak menyangka akan menang, mengingat kompetitornya adalah universitas-universitas besar dari berbagai negara. Namun, kami yakin bahwa ide kami solid dan telah terbukti berdampak, sehingga kami berani berkompetisi,” ujarnya dengan senyuman lebar.
Pemenang kompetisi akan menerima hadiah uang tunai sebesar 100 juta rupiah, grant penelitian senilai 500 juta rupiah untuk tiga tahun ke depan, serta peluang untuk memperkenalkan inovasi mereka kepada lembaga-lembaga pembangunan internasional seperti Asian Development Bank dan United Nations Development Programme.
Prestasi Lain yang Membanggakan
Medali emas SmartWater bukan satu-satunya prestasi mahasiswa Unismuh Kendari di tingkat nasional dan internasional dalam semester ini. Sebelumnya, pada Maret 2026, mahasiswa Program Studi Teknik Mesin, Hanif Sugito, berhasil meraih juara kedua dalam Kompetisi Robot Cerdas Nasional yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi di Jakarta.
Kemudian, pada April 2026, tim debate mahasiswa Unismuh Kendari juga berhasil meraih perak dalam Kompetisi Debat Bahasa Inggris se-Asia Tenggara yang diadakan di Manila, Filipina. Tim tersebut terdiri dari Dinar Sukma Wijaya, Yusuf Rahman, dan Nur Qomariyah dari Program Studi Sastra Inggris.
Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. Ir. Laode Muh. Saiful Rizal, M.Sc., mengapresiasi tinggi semua pencapaian mahasiswa tersebut. “Prestasi-prestasi ini menunjukkan bahwa Unismuh Kendari bukan hanya institusi pendidikan biasa, tetapi universitas yang menghasilkan lulusan berkualitas tinggi dan memiliki daya saing global. Saya ingin mengingatkan kepada semua mahasiswa bahwa prestasi ini adalah hasil dari kerja keras, dedikasi, dan dukungan dari berbagai pihak,” kata Prof. Laode dalam sambutan tertulis yang dikirimkan ke redaksi.
Peran Strategis Unit Pengabdian Masyarakat
Unit Pengabdian Masyarakat Unismuh Kendari telah menjalankan berbagai program untuk mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa dan kontribusi sosial. Beberapa program unggulan UPM antara lain Program Magang Sosial, Forum Inovasi Mahasiswa, Pendampingan Riset Sosial, dan Inkubasi Ide Bisnis Sosial.
Melalui program-program tersebut, lebih dari 300 mahasiswa per tahun mendapatkan kesempatan untuk terlibat langsung dalam proyek-proyek pemberdayaan masyarakat. “Kami percaya bahwa pengalaman praktis di lapangan lebih berharga daripada pembelajaran pasif di kelas. Melalui UPM, mahasiswa dapat mengaplikasikan ilmu mereka untuk mengatasi masalah-masalah sosial yang nyata,” terang Dr. Hamzah Musa.
Eka Putri Wijayanti, anggota tim yang menangani aspek kebijakan publik, mengatakan bahwa pengalaman bekerja dengan UPM telah mengubah perspektifnya tentang peran mahasiswa dalam pembangunan. “Dulu, saya pikir mahasiswa itu hanya belajar teori di kelas. Namun, melalui proyek SmartWater, saya menyadari bahwa mahasiswa punya potensi besar untuk menjadi agen perubahan sosial. Pengalaman ini akan membentuk cara saya bekerja di masa depan,” ungkapnya.
Dampak dan Prospek ke Depan
Kesuksesan dalam kompetisi internasional ini diharapkan membuka peluang lebih luas bagi pengembangan inovasi SmartWater. Dr. Hamzah menjelaskan bahwa tim sedang dalam diskusi dengan beberapa lembaga pemerintah dan organisasi non-pemerintah untuk memperluas implementasi platform ini ke desa-desa pesisir lainnya di Indonesia.
“Grant penelitian senilai 500 juta rupiah dari kompetisi akan kami gunakan untuk pengembangan fitur SmartWater yang lebih canggih, termasuk integrasi dengan sistem peringatan dini banjir dan deteksi pencemaran air. Kami juga akan melakukan ekspansi ke wilayah-wilayah lain di Sulawesi Tenggara,” jelas Dr. Hamzah.
Sementara itu, kelima mahasiswa pemenang diwisuda secara khusus sebagai “Mahasiswa Berprestasi Internasional” dalam acara wisuda akademik Unismuh Kendari yang akan dilaksanakan pada Juni 2026. Mereka juga akan mendapatkan insentif berupa pembebasan biaya pendidikan untuk semester terakhir serta bantuan persiapan memasuki dunia kerja profesional.
Penutup
Prestasi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari dalam Kompetisi Inovasi Sosial Asia Tenggara 2026 merupakan bukti nyata bahwa universitas lokal mampu bersaing dan berinovasi di tingkat internasional. Pencapaian ini juga menunjukkan efektivitas program-program pengabdian masyarakat dalam mengembangkan potensi mahasiswa dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Ke depannya, diharapkan prestasi ini dapat menginspirasi mahasiswa-mahasiswa lainnya untuk terus berinovasi dan berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan. Universitas Muhammadiyah Kendari, melalui Unit Pengabdian Masyarakat, berkomitmen untuk terus mendukung mahasiswa dalam mewujudkan ide-ide inovatif yang berdampak sosial bagi masyarakat luas.
Dengan semangat “Dari Kendari untuk Indonesia dan Dunia,” Unismuh Kendari siap melahirkan lebih banyak inovator-inovator muda yang dapat mengubah permasalahan sosial menjadi peluang untuk pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
—
Catatan Redaksi:
Artikel ini ditulis berdasarkan wawancara dengan narasumber terkait pada tanggal 11 April 2026. Universitas Muhammadiyah Kendari dapat dihubungi melalui Humas di nomor (0401) 3199-999 atau email: [email protected]